Langsung ke konten utama

Sri Mulyani Beberkan 5 Langkah Penggabungan BRI-Pegadaian-PNM

Jakarta - publiklampung.com -- Rencana merampingkan jumlah perusahaan BUMN terus dilakukan pemerintah. Kali ini, pemerintah berencana membentuk holding ultra mikro yang merupakan gabungan dari Bank BRI, Pegadaian, dan PNM.

Rencana itu pun dibeberkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada saat rapat kerja (raker) dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dilaksanakan secara virtual yang dilansir dari detik.com, Senin (8/2).

Sri Mulyani mengatakan, tujuan dari pembentukan holding ultra mikro ini untuk menjangkau sekaligus melayani pelaku usaha kecil semakin banyak. Menurut dia, jumlah UMKM yang hampir 60 juta ini masih banyak yang belum mendapat akses permodalan.

"Untuk pembiayaan, 65% dari 54 juta belum terlayani lembaga keuangan formal. Mereka sangat tergantung pada lembaga non formal yang punya struktur pembiayaan sangat tidak untungkan bagi mereka," kata Sri Mulyani saat raker bersama Komisi XI DPR yang digelar secara virtual, Senin (8/2).

Melihat data tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah berencana untuk membentuk holding ultra mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM.

"Untuk meningkatkan jangkauan dan kapasitas dari institusi itu dalam bentuk holding, untuk melayani lebih banyak dan lebih luas ke segmen ultra mikro," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun menjelaskan proses holding ultra mikro ini melalui beberapa langkah. Pertama, rights issue Bank BRI. Dengan skema tersebut nantinya negara akan mengambil bagian seluruhnya dengan cara mengalihkan seluruh saham seri B kepada PNM dan Pegadaian kepada BRI.

Right Issue Bank BRI dilakukan setelah mendapat arahan dari Komite Privatisasi dan rekomendasi dari Menteri Keuangan serta dikonsultasikan dengan DPR. Kedua, seluruh saham seri B negara pada Pegadaian dan PNM akan disetorkan ke Bank BRI dalam rangka partisipasi pemerintah dalam rights issue Bank BRI.

Ketiga, penyertaan atau penyetoran seluruh saham seri B negara pada Pegadaian dan PNM kepada Bank BRI dilakukan sesuai PP Nomor 72 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyertaan Modal Negara kepada BUMN.

Keempat, setelah transaksi rights issue, Bank BRI memiliki seluruh saham seri B Pegadaian dan PNM, sedangkan pemerintah masih memiliki 1 lembar saham seri A dwiwarna pada Pegadaian dan PNM. Kelima, nilai transaksi akan didasarkan pada hasil penilaian independen KJPP sesuai ketentuan pasar modal.

"Pembentukan holding dilakukan melalui rights issue dan persetujuan pelaksanaan rights issue berlangsung 1 tahun setelah keputusan komite privatisasi yang terjadi pada 5 Februari lalu. Dan untuk memastikan apa-apa yang akan diraih dalam holdingisasi ini, kami akan terapkan KPI dan membentuk komite eksekutif untuk memantau kinerja holding tersebut," katanya.

"KSSK juga sudah konsultasikan dan mereka setuju terutama OJK dan BI serta LPS," tambahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com --  Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda. Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia.  “KSE memiliki ba...

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung. Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996.  “Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan. Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan ...

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung. Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1). Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1). “Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, ...