Langsung ke konten utama

Perpaduan Kain Tapis Menjadi Ciri Khas Gerai Thasya Busana

Bandarlampung - publiklampung.com -- Thasya Busana, merupakan salah satu toko pakaian yang menyediakan berbagai jenis produk busana dan souvenir yang dipadukan oleh kain Tapis yang terletak di jalan Purnawirawan IX Nomor 30, Gunung Terang, Bandarlampung.

Berdiri sejak 2015, Nur Aini atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Umi Nur, selaku Owner Thasya Busana mengatakan jika saat itu bisnis yang dijalani belum serius.

"Saat 2015, masih berupa brand seadanya. Yang dijual itu baju daily, set muslimah syar'i, pokoknya itu masih dalam tahap mencari jati diri," ujarnya, Selasa (02/02)

Lalu, sejak 2016, Umi Nur mencoba sebuah inovasi baru berupa perpaduan busana syar'i menggunakan tapis.

"Mulai 2016, saya melihat banyak orang yang menggunakan kain tapis di acara formal karena tapis menambah kesan mewah di dalamnya. Lalu saya berfikir, bisa tidak ya jika dipadukan dengan syar'i sedangkan tapis dinilai terlalu ramai jika dibuat menjadi gamis. Sehingga saya berinisiatif dan memulai konsep membuat outer dengan tapis, sehingga saat dipadukan dengan gamis tidak terlalu ramai, dan bisa dipakai oleh semua kalangan usia, mulai remaja, dewasa, dan orangtua," ungkapnya

Setelah berjalan dua tahun, pada tahun 2017 akibat banyaknya permintaan pasar, akhirnya Thasya Busana mulai mengeluarkan produk pakaian pria bertema Tapis, dan mulai mengeluarkan beberapa produk aksesories seperti Dompet, Tote bag, goodie bag, gelang, mini clutch, wadah tisu, bucket hat, dan kotak pensil.

Dimasa pandemi covid-19, Umi Nur juga mengatakan bahwa Thasya Busana mengeluarkan produk masker beserta connector masker yang juga merupakan perpaduan antara dasar kain tenun dan tapis. Produksi tersebut membuahkan hasil baik, terbukti dari penjualan masker tapis yang selalu sold out 5.000 pcs perbulan dan memiliki beberapa reseller yang tersebar.

"Semenjak pandemi kita mulai produksi masker dan connector. Karena sekarang sudah masuk era New Normal, beberapa orang sudah aktivitas diluar rumah. Mereka pasti bosan jika memakai masker yang itu-itu aja, akhirnya saya memutuskan untuk memproduksi masker tapis ini agar walaupun memakai masker, kita tetap bisa terlihat modis dan cantik." Pungkasnya

Dalam mempekerjakan karyawan, Umi Nur memiliki visi misi yang mana meskipun di rumah, para pekerja tetap bisa produktif.

"Dalam mempekerjakan karyawan di bidang produksi, saya memiliki konsep dimana mereka ambil bahan baku disini, lalu  kembali kerumahnya masing-masing untuk memproduksi. Sekitar empat hari sekali mereka setor produk jadi ke saya. Sehingga, meskipun di rumah, para perempuan pekerja saya masih bisa berkarya dan berpenghasilan sembari urus anak, suami, dan pekerjaan rumah tangga lainnya," ujarnya

Selain dipasarkan di warehouse-nya, Thasya Busana juga mempromosikan berbagai produknya melalui instagram @Thasya_busana, dan Facebook Tasya Busana. 

Umi Nur juga mengatakan jika dalam produk yang dipasarkan tidak mematok harga yang terlampau mahal. Untuk busana pria dan wanita dibanderol mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta, tergantung dari jenis tapis permintaan konsumen. Sementara, untuk produk jenis tas mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Kemudian, berbagai produk masker dibanderol mulai Rp 12 ribu sampai Rp 30 ribu.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

117x Dibaca

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com --  Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda. Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia.  “KSE memiliki ba...

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung. Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996.  “Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan. Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan ...

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung. Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1). Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1). “Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, ...