Langsung ke konten utama

Widyastuti Murniasih Ryantini, Designer Muda Berbakat Asal Lampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- Mulai mencintai dunia fashion sejak kecil, Widyastuti Murniasih Ryantini atau yang kerap dikenal dengan panggilan Wiwid, merupakan desainer muda asal Lampung kelahiran Sekampung, 18 Juli 1995 yang memulai kariernya sejak Januari 2015 silam. Bermula dari usia nya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, Wiwid sudah mengemban dunia Fashion dengan mengikuti ajang Fashion show untuk memamerkan hasil jahitan karya sang ibu.

Saat ini, Wiwid sudah memiliki brand fashion bernama Yasmin Wiwid. Brand milik seorang ibu anak satu ini secara garis besar memproduksi busana-busana muslim terutama untuk wanita dengan menyongsong konsep modern etnik dan feminim. Unsur etnik yang dirujuk oleh Wiwid diantaranya sulam usus, tapis, serta batik Lampung.

Hal ini sesuai dengan harapan wiwid yang ingin melestarikan budaya lokal lewat karya-karyanya. Namun, hingga saat ini Yasmin Wiwid masih belum memiliki butiknya sendiri, sehingga penjualan hanya difokuskan secara online.

Sejak adanya pandemi covid-19, Wiwid sempat mengalami penurunan penjualan. Oleh karena itu Wiwid dituntut untuk memutar otak agar dapat menciptakan inovasi baru sehingga bisa tetap berdiri di dunia fashion.

Akhirnya pada Mei 2020 silam, ia mulai beralih menggunakan teknik ecoprint atau produksi seni cetak natural yang dinilai karena keunikannya dan lebih ramah lingkungan.

Menariknya, konsep ecoprint yang ia kombinasikan dengan sulaman tapis Lampung tersebut justru memberikan dampak yang lebih baik, dimana produk hasil dari teknik ecoprint lebih banyak digandrungi oleh masyarakat sehingga meningkatkan penjualannya.

Dalam hal peragaan busana, Yasmin Wiwid pernah mengikuti beberapa ajang fashion show, diantaranya

• Lampung Fashion Show tahun 2018-2020

• Festival Lampung Syariah 2020

• Lampung Craft 2020

• Festival Batik Lampung 2019

• Kanikan Festival Lampung 2019

• Lalangwaya Festival, Lampung 2018

• Ramadhan Fashion Week 2018

• Lampung Fashion Districk 2018

• Fashion Look Lampung 2017

• Lampung Fashion Week 2016

• Internasional Hijab Fair, Brunei 2016

• Esmod Jakarta Fashion Festival 2015

• Ethnic Urbanovative Creation, JCC 2015

• HIJABMORFOSA, JEC Yogyakarta 2015

• Lampung Trade, Tourism, and Investment (TTI) Expo 2015-2016


Selain menggeluti bidang fashion, Wiwid juga memiliki bisnis lain betema kuliner yang bernama Ozilicious. Ozilicious merupakan produk camilan berupa sale pisang.

Uniknya, jika kebanyakan sale pisang hanya disajikan secara natural, maka Wiwid mengolahnya bersama baluran coklat bubuk serta coklat lumer.

Saat ini, Wiwid sedang terjun untuk mengikuti webinar dalam pengembangan produk-produknya, eksperimen teknik-teknik produksi baru, pengerjaan orderan, dan mengemban planning untuk tahun 2021 kedepan. Sehingga bisnis yang ia bangun dapat berkembang dan maju sesuai harapannya.

"Semoga usaha bisnis yang saya bangun bisa berkembang dan maju supaya bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang, baik secara pribadi maupun orang sekitar, bisa mengoptimalkan SDM sekitar dengan baik, dan tetap berkarya mengukir prestasi yang lebih baik lagi hingga kacah nasional maupun internasional. Sehingga bisa menginspirasi banyak orang dengan karya-karya terbaik saya." Ungkapnya Jumat (29/1)

Ia juga mengatakan jika saat ini berhijab bukan lagi menjadi alasan keterbatasan dalam berkarya justru sekarang peluang sektor muslim muslimah sangat banyak dan luas.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

472x Dibaca

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com --  Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda. Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia.  “KSE memiliki ba...

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung. Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996.  “Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan. Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan ...

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung. Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1). Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1). “Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, ...