Langsung ke konten utama

Pameran Seni Tari Virtual Menjadi Tren di Provinsi Lampung.

#trendpubliklampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- Berbicara tentang karya seni di Provinsi Lampung tidak akan ada habis habisnya, dari kalangan muda hingga kalangan yang sudah lanjut usia pun setiap harinya di Lampung banyak yang menghasilkan karya kreatifitas yang sangat berkualitas.

Saat pandemi Covid-19 ini khususnya kalangan milenial tidak pernah berhenti untuk menghasilkan karyanya, di Provinsi Lampung masyarakatnya sangat berantusias untuk menunjukan dan memamerkan hasil karya kreatifitasnya melalui pergelaran pameran, namun di saat pandemi ini pemerintah menganjurkan agar tidak ada pameran yang mengumpulkan banyak orang hal ini karena untuk mencegah penularan virus Covid-19 sendiri, Para generasi milenial pun memecahkan sebuah masalah khusunya di bidang kesenian untuk tetap membuat pameran, tetapi dengan konsep yang berbeda, pada pandemi saat ini milenial di Lampung menggelar Pameran Seni Tari dengan cara virtual, Sabtu, (23/1).

Dalam wawancaranya, Insan Seni Muda Lampung, Rian, ia mengatakan bahwa, saat pandemi ini tentunya selalu dibatasi dengan aturan kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah,  tetapi  sebagai insan seni sendiri, tidak akan ada hentinya terus mengembangkan dan menciptakan karya yang harus di lestarikan sendiri walaupun di tengah pandemi, Sabtu, (23/1).

“Saya melihat dari diri saya sendiri, apakah saya sudah melestarikan budaya, karena untuk mengajak orang agar terus melestarikan budaya yang pastinya harus dilihat dari kita sendiri, di saat sekarang tentunya kita belum bisa menunjukan secara langsung kepada masyarakat akan hadir karya seni, tetapi melalui virtual lah kami khusunya para insan seni bisa memamerkan atau menunjukan hasil karya kami seperti halnya yang kami gelar bersama mahasiswa seni tari Lampung, untuk membuat konten yaitu REMIC 2021 dengan tema tradisional dan modernnya, kami menunjukan pameran ini melalui virtual seperti Live streaming yang kami adakan dan lainya,” Ujarnya.

Kesenian dan Kebudayaan memang harus kita lestarikan, karena hal itu  adalah salah satu harta peninggalan untuk negeri ini, di era sekarang tentunya sebagai generasi milenial lah yang harus terus mengembangkan dan melestarikan serta mengenalkan kepada dunia akan betapa indahnya hasil karya kreatifitas bangsa ini.

“Harapan saya untuk kesenian adalah harus terus maju untuk meningkatkannya, walaupun di tengah pandemi jangan menganggap pandemi ini sebagai halangan untuk kita selalu berkarya, yang pasti niat kita adalah untuk melestarikan kesenian yang ada khususnya para insan seni harus terus berkarya agar kesenian dan kebudayaan kita tetap terjaga,” Tutupnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

48x Dibaca

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com --  Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda. Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia.  “KSE memiliki ba...

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung. Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996.  “Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan. Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan ...

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung. Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1). Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1). “Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, ...