Langsung ke konten utama

Masyarakat Masih Menunggu Oknum Pesantren Darul Ulum Yang Meresahkan

Lampung Tengah - publiklampung.com --  Dalam Masyarakat kita, Pondok Pesantren (Ponpes), merupakan sebuah wadah pendidikan dimana siswanya dibimbing dengan kaidah agama Islam dan tuntunan Al Quran dengan sistem asrama. 

Selain kehidupan yang harmonis antar murid Ponpes, harmonisasi dengan masyarakat sekitar menjadi hal pokok dalam membangun kebhinekaan. Ponpes Darul Ulum Seputih Banyak, Lampung Tengah Dengan Izin NSPP Kemenag No. 510018020038, Dimata masyarakat Seputih Banyak Lampung Tengah khususnya SB 6 sudah sangat baik. Namun, pesantren tersebut dianggap diisi dengan oknum yang ingin menciderai visi dan misi yang dibangun oleh ponpes tersebut.

Hal tersebut dirasakan oleh masyarakat sekitar ponpes tersebut, keresahan masyarakat tersebut akibat beberapa oknum pesantren yang suka meneriakkan nama masyarakat panggilan dengan dibumbi kata-kata kotor, ditambah oknum tersebut suka mengotori area ponpes dengan sampah rumah tangga. 

Salah satu masyarakat disekitar pondok, Sarjo.,S.Pd mengatakan warga pondok harusnya menghormati warga sekitar. 

"Masyarakat disini juga harus tahu bagaimana sejarah berdirinya Pesantren Darul Ulum, Seputih Banyak tersebut, dimana sebagian besar tanah itu milik saya yang akhirnya dibeli oleh pihak ponpes," Ujarnya kepada publiklampung.com, beberapa waktu lalu. 

Arogansi dan sikap yang tidak sopan oknum dari ponpes Darul Ulum, Seputih Banyak juga dikeluhkan oleh Sarjo

"Saya sebagai masyarakat yang bersinggungan langsung dengan ponpes sangat senang dengan berkembangnya Pesantren ini dengan pesat, namun. beberapa Oknum memang belum Membekali diri dengan Akhlak yang Baik," Tambahnya. 

Beberapa warga lain juga menuturkan bahwa, pernah dibuat surat perjanjian tertulis antara warga sekitar pondok dengan pihak ponpes di tahun 2018 dan 2019, dimana saat itu perwakilan dari pihak ponpes adalah Lurah Ponpes  Darul Ulum, Munir. 

Namun di 2020 ini terulang kembali, seperti lupa akan perjanjian, oknum tersebut kembali melakukan tindakan tidak menyenangkan, yang akhirnya warga mempertanyakan bagaimana sistem pendidikan di ponpes tersebut. 

Salah satu putra dari pemilik tanah yang dijual ke ponpes, Dr (c) Arie Setya Putra, CA.,S.Kom.,M.T.I mengatakan bahwa memang telah adanya penandatanganan perjanjian antara warga dan ponpes tersebut.

"Benar ada perjanjian-perjanjian tertulis di tahun 2018 yang kami buat bersama pihak pesantren," Ujar Arie.

Saat ditemui disela kegiatan di Swiss-Bell Hotel menuturkan, hanya ingin oknum oknum tersebut memperbaiki akhlaknya mengikuti aturan pesantren dengan baik, dimana dia juga merupakan lulusan dari ponpes tersebut pada Tahun 1999 sehingga merasa miris dengan tindakan oknum tersebut

Disisi lain, Bhabinkamtibmas Polsek Seputih Banyak, Ari Saputra saat dihubungi melalui Whatsapp beberapa waktu lalu, memberi masukan untuk mediasi secara kekeluargaan dan dibicarakan dengan baik kepada pihak Pesantren Darul Ulum.  


Pada Kamis (14/1) kemarin, Pihak Pesantren Darul Ulum yang juga merupakan Wakil Lurah Pesantren, Aripin telah bermusyawarah di kediaman bapak Sarjo mengenai hal ini, dimana dijelaskan bahwa oknum tersebut merupakan anak dibawah umur sehingga diharapkan masih dapat dididik sehingga mampu memiliki akhlak yang baik, namun diakui bahwa oknum yang meresahkan tersebut belum dapat diketahui identitasnya yang hingga saat ini masih ditelusuri. 

Untuk diketahui, dalam permasalahan ini, ada jeratan pasal yang dapat digunakan yakni pasal 310, Pasal 311 dan Pasal 315 KUHP yang berpotensi menjadi dasar saat terjadi gesekan dimasyarakat (rls/*)

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Melani
Released © publiklampung.com

2994x Dibaca

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com --  Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda. Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia.  “KSE memiliki ba...

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung. Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996.  “Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan. Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan ...

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung. Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1). Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1). “Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, ...