Langsung ke konten utama

UBL Gelar Seminar Indonesia Bangkit di Hari Kebangkitan Nasional

Narasumber Seminar Online Indonesia Bangkit, Prof. Dr. M. Yusuf S. Barusman, MBA, Dr.Ing. Ilham Akbar, Dipl.Ing., M.B.A., (atas) Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. dan Prof. Dr. Arif Satria, SP, MSi (bawah)

publiklampung.com(Bandar Lampung) --Untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Universitas Bandar Lampung (UBL) bersama Gerakan Bersama Kita Kuat (GEMA TAAT), Gerakan Bagimu Negeri (GBN), dan Jaringan Alumni Luar Negeri (JALAR) menggelar seminar online bertema Indonesia Bangkit.

Seminar digelar Rabu (20/5). Seminar virtual tersebut diikuti ratusan perserta dari dalam dan luar negeri. Diantaranya dari Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jerman.

Sejumlah narasumber hadir mengisi seminar yang berlangsung lima sesi itu. Diantaranya Rektor UBL Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S Barusman, MBA, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Arif Satria, ketua Dewan Pembina The Habibie Center Dr. Ing Ilham Habibie, Pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno, Berly Martawardaya (Pakar Ekonomi Universitas Indonesia), Myrna Asnawati Safitri (Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut), dan Juliana Sutanto (akademisi Lancaster University).

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S Barusman, MBA., membuka kegiatan tersebut di sesi pertama dengan mengusung pembahasan terkait Inovasi dan Kemandirian Ekonomi. Yusuf  mengucapkan selamat hari Hari Kebangkitan Nasional dan berharap momen ini menjadi sarana untuk saling berdiskusi dalam menghadapi berbagai tantangan yang sangat kompleks, salah satunya pandemi Covid-19.

“Melalui diskusi kali ini yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional harapannya mampu menghasilkan solusi-solusi terkait tantangan di era sekarang, salah satunya pada masa pandemi Covid-19. Saat ini kita dihadapi oleh pertanyaan-pertanyaan besar apakah kita mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat, baik pangan, energi, kesehatan, maupun infrastruktur di tengah wabah ini. Dari diskusi ini kita akan melihat berbagai inovasi-inovasi yang muncul dalam rangka mencapai kemandirian ekonomi,” ungkap Yusuf.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Arif Satria, yang menjadi narasumber di sesi ini menilai kemandirian ekonomi di masa pandemi ini harus diisi dengan inovasi, dan inovasi tersebut harus berasal dari masyarakat Indonesia. Apalagi jika menyinggung mengenai inovasi menuju new normal, karena Covid-19 ini sendiri adalah tantangan bagi Indonesia.

“Inovasi adalah akar dari kemandirian ekonomi, meski sebagai negara dengan indeks inovasi global pada tahun 2019 masih relatif rendah dengan peringkat ke-85 dari 129 negara di dunia, dan peringkat ke-7 di Asean tetapi kita tidak perlu meratapi melainkan meningkatkan optimisme, semua tergantung dari sumber daya manusianya. Singapura saja tidak memiliki sumber daya alam, mampu menjadi negara dengan tingkat inovasinya nomor 8 di dunia,” ujar Arif.

Menanggapi hal ini, Yusuf Barusman menambahkan bahwa munculnya inovasi tidak hanya cukup dari sumber daya manusianya, tetapi juga sistem kelembagaan secara umum. Kelembagaan disini berhubungan dengan kelembagaan negara, ekosistem mengenai dunia bisnis, dan lingkungan akademik.

Sandiaga Uno yang berkesempatan memaparkan materi terkait kewirausahaan juga berbicara dampak yang paling terasa ditengah pandemi Covid-19 ini adalah pada UMKM. Meskipun begitu masyarakat perlu dengan cepat menemukan peluang-peluang usaha baru serta problem yang butuh solusi masif.

“Masyarakat perlu dengan cepat beradaptasi dengan new normal, untuk melakukan pivoting dan membuka jalur pertumbuhan usaha-usaha baru, mengendarai tren baru. Seperti peluang-peluang di sisi medical, telecon, Massive Open Online Course (MOOC), digital, makanan, biotech, legal atau sidang-sidang secara virtual, serta clean energy. Saya akan turut mendorong para pelaku UMKM sebagai upaya adaptasi, selain itu juga memanfaatkan dukungan pemerintah, dan ekosistem untuk UMKM dan sektor swasta yang diperlukan untuk menjaga daya tahan usaha, serta menjaga pasar rantai pasokan tetap berjalan,” kata Sandi.(rls/wdi)

Editor : Alendra
Copyright © Publik Lampung.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com --  Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda. Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia.  “KSE memiliki ba...

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung. Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996.  “Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan. Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan ...

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung. Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1). Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1). “Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, ...