Langsung ke konten utama

Selesai, Pembangunan Observatorium Teropong Bintang Tak Dilanjutkan


 
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi usai menghadiri diskusi publik, Rabu, 22 Januari 2020 ( Source : Lampost.co)
publiklampung.com(Bandar Lampung) – Pembangunan observatorium teropong bintang di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman (WAR) di Lampung tidak akan dilanjutkan pada masa kepemimpinan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim.
Hal tersebut karena lokasi pembangunan tersebut berada di lahan konservasi, sehingga tidak diperkenankan untuk dibangun.

"Teropong bintang tidak ada, selesai, gak dilanjutkan. Karena itu daerah konservasi, haram hukumnya dilakukan pembangunan. Dan itu diamanahkan oleh undang-undang," kata Arinal usai menghadiri diskusi publik membangun sinergi dalam upaya konservasi sumber daya hutan dan lingkungan di Pascasarjana Universitas Bandar Lampung,  Rabu, 22 Januari 2020.

Observatorium Teropong Bintang Lampung bermula pada kepemimpinan Gubernur M. Ridho Ficardo dan Wakil Gubernur Bachtiar Basri. Observatorium yang ditargetkan menjadi observatorium terbaik di Asia tersebut dimulai di tahun 2018. Pembangunan observatorium dengan nama Astronomical Observatory (LAO) ini bertepatan dengan dijadikannya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah dalam ajang "The 10th South East Asia Astronomy Network" (SEAAN) di 2018 lalu.

Pemerintah daerah telah menyediakan lahan untuk terbangunnya LAO tersebut berada pada 1.300 meter di atas permukaan laut (MDPL) dengan area seluas 50 hektare.

Sebelumnya di 2017, Pemprov Lampung telah menganggarkan Rp20 miliar untuk membuka akses jalan seluas 30 meter dengan panjang 7 km. Tahun 2018, anggaran ditambah Rp22 miliar untuk pembangunan akses jalan dan jembatan menuju KM 7.

Dana itu ditambah sisa anggaran APBD Perubahan sebesar Rp3 miliar untuk jalan sepanjang 4 km. Total dana untuk jalan Rp42 miliar. Kemudian untuk pembangunan 5 unit gedung dengan APBD sebesar Rp20 miliar. Sehingga total keseluruhan anggaran untuk jalan dan gedung Rp65 miliar.

Editor : Mitha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com --  Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda. Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia.  “KSE memiliki ba...

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung. Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996.  “Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan. Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan ...

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung. Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1). Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1). “Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, ...