Langsung ke konten utama

UMiTRA Students Prove Technopreneur Products with Swiss-Belhotel Lampung

 
UMITRA Students
BANDAR LAMPUNG (publiklampung.com) - UMiTRA students increasingly equipped themselves with startup capabilities based on technopreneur and partnership. That way, the results of their innovations can develop widely and benefit many people.
 
The combination of skills in technology and entrepreneurship is often referred to as technopreneurship.

Provisions are then given to students in youth empowerment activities organized by UMiTRA in collaboration with SwissBell-Hotel Lampung.
Penandatanganan MoU


According to the head of the UMiTRA Student team, Agus Nugroho, students must be able to become Technopreneur. For example by opening a business making an application or Project. The project, named Siger Works, consists of Cici Handisha (Information Systems Study Program), Riki Hartanto (Information Technology Study Program) and Agus Nugroho (Informatics Study Program).

"Because we are in the faculty of computers, the prospect is to make more coding or program-based applications," Agus said representing the team when interviewed at the Lampung hotel, Saturday (8/24).

The student majoring in Informatics continued, in his campus environment, there were students who had started to become technopreneur by opening computer or laptop servicing services. There are also those who open technology consulting services, so the profits are evenly distributed.
APK Android Swiss BelHotel


According to him, now consumers really need a lot of technology service industries. And this is an IT student opportunity. However, being a technopreneur also has to deal with obstacles such as capital, place, and support from the government.

"Indonesia has become critical because it is not supported by the government. For example, Indonesian children who make animations are less supported by the government, including with funds," he said.

The supervisor, Arie Setya Putra., M.T.I emphasized the fact that technology is actually not complicated. He took the example, made this android-based application and could be used by Swiss-BelHotel Lampung (Download APK).

Arie also intends to implement the theory delivered in college so that it can be used by the business world. That way, the knowledge gained can have an impact on society.

"If you try it, we certainly can," said the lecturer who is currently studying this Doctor of Computer science.

Meanwhile, General Manager of Swissbell-hotel Lampung, Fauzi Firdaus, said that technology is needed to encourage business growth.

"I feel helped by the program created by UMiTRA students. And something like this is needed by the business world to develop its business. Hopefully what UMiTRA will do will be followed by other campuses," added Fauzi. (Agus / rls)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com --  Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda. Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia.  “KSE memiliki ba...

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung. Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996.  “Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan. Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan ...

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung. Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1). Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1). “Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, ...