Langsung ke konten utama

Potensi Pendidikan Seni diindonesia





Perguruan Tinggi Seni sebagai Tonggak Penting Pendidikan Nasional

“Indonesia adalah negeri yang tak sekedar kaya akan sumber daya alam, tapi juga negeri yang penuh dengan cita rasa seni dan budaya. Dari Aceh hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, kita tidak pernah kekurangan sumber daya dan cita rasa seni budaya. Bangsa kita adalah bangsa yang senang berdendang, bernyanyi, berkreasi dan menari.”
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti membuka sambutannya pada acara Pameran Riset dan Bincang Akademik dengan tema Potensi Pendidikan Seni dalam Perguruan Tinggi di Indonesia: Modal dan Visi ke Depan, Sabtu (5/5/2018) di Galeri Sumardja, ITB, Bandung. Diskusi ini menjadi rangkaian peringatan Hardiknas Kemenristekdikti 2018.
Ia mengatakan ada banyak tarian, musik tradisional, situs budaya, keris dan berbagai candi yang masih berdiri kokoh hingga hari ini menunjukan bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang luar biasa kaya.
“Para Mpu-mpu pembuat keris tidak hanya sekedar artist tetapi juga scientist, pun begitu dengan para pembangun candi-candi, mereka adalah engineer yang memiliki rasa seni tinggi, mereka memadukan monumen dengan kisah di dalamnya. Sama halnya dengan para pengkreasi tari, mereka adalah para peneliti kehidupan, mereka membahasakan kehidupan dengan tata gerak yang gemulai, tegas dan indah di pandang,” ujarnya.
Dirjen Ghufron mengaku terkadang ia takjub dengan hasil karya seni lukis seniman Indonesia yang famous di dunia. Seperti, karya-karya Raden Saleh, Basuki Abdulah, Affandi, Sujodjono, dan banyak para pelukis lainnya selalu mendapatkan tempat di benak para kolektor dunia. “Mereka tidak kalah mahsyur bila dibandingkan dengan karya-karya pelukis mancanegara lainnya,” kenang Dirjen Ghufron.
Sesuai dengan tema Hardiknas nasional, Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan, peran perguruan tinggi dan fakultas seni sangatlah strategis dalam pendidikan Indonesia. Menyontoh Korea Selatan negara yang terlihat bergegas dalam kemajuan teknologi tidak lupa untuk tetap melestarikan budaya dan seni.
“Fenomena Korean Wave yang kita lihat hari ini, bukanlah sekadar penemuan teknologi telepon genggam yang semakin pintar, tetapi juga seni dan budaya korea yang semakin mendunia. Kemajuan teknologi tanpa dibarengi kemajuan keseniannya akan terasa hambar,” ujar Dirjen Ghufron.
Selanjutnya, peranan pendidikan tinggi seni pun strategis untuk menjadi daya ungkit ekonomi nasional. Sudah banyak contoh, bahwasanya ekonomi kreatif merupakan pendorong bagi ekonomi nasional kita. “Perguruan tinggi dan fakultas seni harus mampu menggarap lahan ini, tidak sekadar melahirkan para seniman kelas wahid, tetapi juga para pewirausaha ke-kriyaan yang mampu mensejahterakan masyarakat di sekitarnya, menciptakan lapangan kerja yang dapat menghidupi,”
Untuk peningkatan kualifikasi kami memiliki berbagai skema beasiswa yang sangat terbuka untuk bidang seni. Seperti program SAME dan SAME BIPA. Kebijakan lainnya yang dirasa tepat digunakan perguruan tingi seni adalah kebijakan Nomor Induk Dosen Khusus atau NIDK. Ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan SDM pendidikan tinggi.
“NIDK menjadi salah satu solusi untuk memanfaatkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi menjadi tenaga akademik. Sehingga, perguruan tinggi atau fakultas seni dapat merekrut para seniman yang belum tentu memiliki kualifikasi S2 atau S3 namun karyanya telah mendunia untuk menjadi dosen,” kata Dirjen Ghufron.
Pendidikan seni bersifat melunakan kekerasan sifat, watak dan hati. Dalam seni, olah rasa menjadi sangatlah penting. Para peserta didik kita dibawa untuk merasa, lebih sensitif terhadap dunia sekitar. Ini adalah salah satu pintu pendidikan karakter bagi bangsa dan negeri ini, dengan seni kita belajar untuk tidak sekedar membangun tetapi juga halus dalam meresakan gejolak sosial masyarakat.
Dirjen Ghufron menegaskan bahwa pendidikan tinggi seni merupakan tonggak penting dalam pendidikan nasional yang bertugas melahirkan para pengkreasi dan melahrikan para pelestari. “Tanpa pengkreasi bangsa ini tidak akan penuh dengan warna, tetapi tanpa pelestari bangsa ini hanya akan kehilangan sumber kekayaannya,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kekayaan seni dan budaya yang kita miliki demi generasi yang akan datang. “Jangan sampai penerus kita, anak dan cucu kita tidak akan melihat semangat tari kecak, keanggunan tari merak, mendengar denting suara kecapi, menikmati lukisan Raden Saleh dan Affandi,” tutup Dirjen Ghufron.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com --  Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda. Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia.  “KSE memiliki ba...

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung. Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996.  “Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan. Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan ...

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung. Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1). Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1). “Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, ...